Widget atas

5 Mitos Supermoon, Ketika Bulan dan Bumi Saling Berdekatan

Sakmadyone - Banyak sekali mitos seputar Supermoon yang beredar di masyarakat, tentu saja hal itu penting untuk dibicarakan mengingat munculnya fenomena ini sering sekali dikaitkan dengan bencana-bencana yang terjadi di bumi. Namun menurut penelitian hal ini tidak berdasar karena munculnya Supermoon atau bulan super hanya mengakibatkan permukaan naik beberapa inci di daerah-daerah tertentu, dan tidak ada kaitannya dengan gempa ataupun bencana lainnya.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai penjelasan, mitos-mitos dan fakta-fakta yang menarik untuk dibahas dari fenomena Supermoon ini.


Apa Itu Supermoon?

Astrolog yang bernama Richard Nolle memberikan istilah Supermoon sebagai gambaran saat bulan berada dalam bentuk penuh dan posisinya saling berdekatan dengan bumi. Ketika fenomena itu terjadi maka bulan akan terlihat lebih terang dan lebih besar.

Fenomena Supermoon dapat terjadi setiap tahun dan dapat dilihat dari belahan bumi utara dan selatan, namun pada tahun 2011 tepatnya tanggal 19 Maret posisi bulan berada pada posisi paling dekat dari bumi yang mengakibatkan bulan terlihat jauh lebih terang dan lebih besar.

Mitos Supermoon yang Sering Dibicarakan

Dari fenomena Supermoon ini kita jadi belajar bahwa alam semesta ini memiliki hal-hal yang dapat membuat kita berdecak kagum dengan keindahannya. Setelah mengetahui penjelasan singkat tentang Supermoon, simak beberapa mitos tentang Supermoon yang sampai saat ini masih ramai diperbicangkan.

Supermoon Bisa Membuat Manusia Gila

Ada seorang yang dijuluki bapak kedokteran modern bernama Hippocrates mengungkapkan bahwa kalau ada orang yang merasakan kegilaan dan ketakutan yang luar biasa di malam hari, itu disebabkan oleh dewi bulan yang sedang mendatanginya.

Mitos ini bisa jadi hanya sebuah sugesti karena sejak ribuan tahun lamanya kondisi aneh yang dialami oleh manusia selalu dikaitkan dengan hal-hal aneh dan tak masuk akal seperti bunuh diri hingga perilaku aneh lainnya. Bahkan ada mitos yang mengatakan bahwa saat Supermoon terjadi ada manusia yang berubah jadi manusia serigala.

Mitos Supermoon Untuk Ibu Hamil

Mitos berikutnya tentang Supermoon yang sering dibicarakan adalah kalau ibu hamil keluar rumah saat terjadi fenomena bulan penuh ini, maka bisa berdampak buruk untuk kehamilan dan bayi yang dikandungnya. Sebagian masyarakat percaya bahwa Supermoon dapat menghambat pertumbuhan sendi dan bengkoknya jari-jari pada janin. Percaya atau tidak, ini hanya sekedar mitos. Yang terpenting banyak berdo’a dan berserah diri pada Tuhan.

Hadirnya Supermoon Meningkatkan Kesuburan

Supermoon menentukan kesuburan wanita? Mitos ini sudah lama beredar karena pada dasarnya siklus menstruasi pada wanita dan siklus bulan memiliki waktu yang sama panjangnya. Mitos ini diperkuat dengan penjelasan pada teks kuno dari Asiria yang berisi bahwa pada fase tertentu pada bulan, wanita mengalami saat-saat paling subur dan mereka percaya bahwa wanita akan sangat mudah hamil saat terjadinya fenomena Supermoon.

Supermoon Tanda Kiamat

Mitos yang terakhir adalah bahwa kemunculan Supermoon sering dikaitkan sebagai tanda datangnya hari kiamat. Mitos ini muncul karena tanda-tanda kiamat yang tertulis di kitab suci adalah bulan yang ukurannya lebih besar dari biasanya. Namun Supermoon merupakan fenomena tahunan yang terjadi secara alami sejak zaman dahulu. Jadi mitos Supermoon sebagai tanda kiamat sama sekali tidak bisa dijadikan rujukan.

Benar atau tidaknya mitos-mitos tersebut kembali lagi kepada kepercayaan kita masing-masing. Itulah mitos tentang Supermoon yang dapat kami sajikan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu tentang fenomena yang ada di alam semesta ini.