Cara bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah

taman hidroponik minimalis
Taman Hidroponik Sederhana di Rumah

Hidroponik sederhana di Rumah - Bagi kalian yang gemar bercocok tanam, apakah kalian pernah mencoba untuk bercocok tanam dengan menggunakan metode Hidroponik? Apa itu Hidroponik? Yaps, pengertian Hidroponik adalah sebuah teknik atau metode bercocok tanam menggunakan media selain tanah. Metode ini sangat cocok bagi kalian yang tidak memiliki banyak air atau mau hemat air.

Bercocok tanam dengan metode ini cukup efektif bagi kalian yang tidak memiliki lahan yang cukup besar. Apalagi bagi kalian yang tinggal di kota-kota besar yang kini keberadaan lahan juga semakin sempit. Oleh sebab itu kalian dapat menggunakan sedikit pekarangan rumah kalian untuk digunakan sebagai area bercocok tanam dengan metode Hidroponik.

Cara membuat tanaman Hidroponik dengan paralon


Cara membuat tanaman hidroponik ini tidak begitu sulit lho. Peralatan dan bahan Hidroponik ini sangat mudah kita temukan di sekitar kita. Adapun alat dan bahannya antara lain:

  • Gelas Plastik
  • Spidol
  • Paralon berdiameter 3 inchi ( Panjang sesuai selera masing-masing )
  • Sambungan paralon
  • Penutup paralon
  • Selang
  • Gergaji
  • Alat Bor dan Solder
  • Pompa Akuarium
  • Spons
  • Air dan tentunya Biji tanaman Hidroponik

    Cara Membuat Hidroponik:

    1. Lubangi Pipa Paralon
    Gunakan Bor untuk membuat lubang di paralon yang sudah di siapkan tadi. Gambar lingkaran di paralon menggunakan spidol dengan ukuran sesuai gelas plastik. Jarak antar lubang atur dengan jarak 20cm atau sesuai selera kalian, dengan catatan tidak terlalu dekat agar tanaman tidak saling berhimpitan. Lalu pada ujung paralon tutup menggunakan penutup paralon.


    2. Sistem Pengairan
    Ada dua sistem pengairan dalam metode Hidroponik, yaitu dengan sistem sumbu dan drip system. Apa perbedaan Sistem Sumbu dan Drip System?

    Sistem Sumbu:
    Di bagian bawah gelas plastik di beri kain atau sumbu yang memiliki daya serap tinggi untuk di celupkan ke air.
    Drip System:
    Dengan mengaliri tanaman menggunakan air secara berkala agar sirkulasi O2 berjalan dengan baik.

    3. Instalasi Hidroponik
    Untuk mengairi tanaman, gunakan Pompa air dan selang. Sistem ini hampir sama dengan sistem irigasi. Cara ini hanya berlaku untuk metode pengairan Drip System. Jika menggunakan Sistem sumbu kalian tidak perlu menggunakan Pompa air.

    Nyalakan pompa air setiap pagi hari saja, untuk menghemat air dan juga listrik. Kalian juga harus mengamati ketinggian air di dalam Pipa paralon. Jangan sampai terlalu penuh atau bahkan penuh, sebab hal tersebut bisa membuat tanaman mati karena kekurangan Oksigen.

    Tempat sudah ready, saatnya meletakkan Bibit Tanaman Hidroponik.

  • Potong spons seukuran dengan Gelas Plastik, lalu letakkan bibit tanaman diatas spons kemudian masukan spons dan bibit tanaman tadi ke dalam gelas plastik. Kenapa harus menggunakan Spons? Karena dengan menggunakan spons mampu menyerap air lebih lama.

    Agar tanaman ini bisa bertumbuh dengan subur, jangan lupa beri memberikan nutrisi secara rutin pada tanaman hidroponik. Nutrisi untuk tanaman hidroponik antara lain: Pupuk dari Kotoran Hewan Ternak, Gula Merah dan Bioaktivator. Namun kalian juga bisa membeli pupuk cair di toko-toko perkebunan dan pertanian. Jika Pupuk sudah siap kini tinggal memasukkan ke air di dalam paralon, jangan di masukkan ke gelas plastik yang berisi tanaman ya.

    Adapun tanaman atau sayuran yang bisa di gunakan untuk bercocok tanam menggunakan Metode Hidroponik antara lain:

  • Sawi Hijau
  • Buncis
  • Selada Hijau
  • Bayam
  • Kangkung
  • Pare
  • Cabai

    Itulah cara cara membuat tanaman hidroponik


    Dengan bercocok tanam menggunakan Metode Hidroponik ini kalian bisa memanen sayuran sendiri dan tentunya untuk kesehatan tanaman bisa terjamin karena tidak menggunakan pestisida yang membuat tubuh pun menjadi sehat!