Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Advertisement
Advertisement

Arti kata Pingal dalam Boso Walikan Jogja

Ibarat esuk mendung, awan aku kudanan, Sore mbok larani, bengi tak tangisi. Itulah sepenggal lagu dari Ngatmombilung, Ciptaan Andry Priyanta yang diberi judul "Pingal".

Lagu tersebut juga di cover oleh Denny Caknan dan Guyon Waton. Namun apakah kalian tahu apa arti pingal tersebut?

Arti Kata Pingal

Pingal artinya


Bagi orang Jogja, tentunya sudah tau dong apa arti pingal tersebut? Yaps, Pingal artinya Ilang atau Hilang. Bagi kalian yang belum tau atau belum paham, kenapa Pingal itu bisa di artikan Hilang, pada kesempatan kali ini Sakmadyone.com akan menjelaskan Arti Pingal dalam Boso Walikan Jogja.

Kamus Boso Walikan Jogja

Sebenarnya ada rumusnya kenapa Pingal memiliki arti Hilang atau Ilang. Pernahkah kalian mendengarkan kata Dagadu dan Dab ? Dagadu sendiri artinya Matamu, sedangkan Dab artinya Mas.

Bagi orang Jogja, kata-kata tersebut sudah lazim digunakan di kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut merupakan "Bahasa Gaul" muda-mudi Jogja pada era 1990an, yang dikenal dengan istilah Bahasa Kebalikan ala Jogja atau Boso Walikan Jogja.

Sebenarnya Boso Walikan Jogja ini sudah dipakai saat masa penjajahan, dan menjadi bahasa gaul di era tahun 1990an. Boso Walikan Jogja merupakan bahasa terenkripsi dengan  metode pertukaran dalam Aksara Jawa.

Perubahan kata dari Bahasa Jawa ke Boso Walikan ini tidak asal-asalan, melainkan ada rumusnya, yakni dengan membalikkan huruf.

Huruf yang dimaksud bukan Alfabet ABCDE, melainkan dengan Aksara Jawa atau Hanacaraka.

Baca Juga : Arti Mletre

Rumus Boso Walikan Jogja

Boso walikan jogja


Dalam Aksara Jawa:
  • Baris pertama ( HA, NA, CA, RA, KA )
  • Baris kedua ( DA, TA, SA, WA, LA )
  • Baris ketiga ( PA, DHA, JA, YA, NYA )
  • Baris keempat ( MA, GA, BA, THA, NGA )
Cara membuat Boso Walikan Jogja ini dengan menukar aksara jawa tersebut.
  • Baris pertama menjadi Baris ketiga
  • Baris kedua menjadi Baris keempat
Jadi, setiap aksara memiliki pasangan masing-masing untuk ditukar.
  • ( HA-PA ), ( NA-DHA ), ( CA-JA ), ( RA-YA), ( KA-NYA )
  • ( DA-MA ), ( TA-GA ), ( SA-BA ), ( WA-THA ), ( LA-NGA ).

Contoh

Sebagai contoh, kita gunakan Boso Walikan Jogja yang populer, yaitu Dagadu yang memiliki arti Matamu.
  • Da memiliki pasangan Ma
  • Ga memiliki pasangan Ta
  • Da memiliki pasangan Ma
Huruf vokal disesuaikan pada suku kata "Mu" , jadi apabila disusun menjadi Dagadu.

Jadi kenapa arti Pingal adalah Hilang, begini rumusnya.
  • Pa memiliki pasangan Ha ( Pa jadi Pi dan Ha jadi Hi )
  • Nga memiliki pasangan La
  • La memiliki pasangan Nga ( La jadi L dan Nga jadi Ng ).
Contoh yang lain misalnya Lodse yang memiliki arti Ngombe / Minum.
  • La memiliki pasangan Nga ( La jadi Lo dan Nga jadi Ngo )
  • Da memiliki pasangan Ma ( Da jadi D dan Ma jadi M )
  • Sa memiliki pasangan Ba ( Sa jadi Se dan Ba jadi Be )
Begitulah tadi penjelasan kata Pingal dalam Boso Walikan Jogja. Semoga artikel ini bisa mudah dipahami dan bermanfaat. Terimakasih, Maturnuwun.

Related : Hukum Asuransi Menurut Islam ( insurance and islamic law )