5 Mitos-mitos di Indonesia Seputar Menabrak Kucing, Benarkah Bawa Sial?

Hukum Menabrak Kucing - Meski kehidupan sudah modern, tak sedikit orang yang masih mempercayai Mitos-mitos di Indonesia. Salah satunya adalah mitos menabrak kucing. Kucing, seperti anjing, adalah hewan mamalia yang kerap dipelihara manusia.

Bahkan di era digital seperti sekarang, kucing dijadikan ‘bintang’ oleh para pemiliknya di media sosial seperti Instagram dan Twitter karena tingkahnya yang menggemaskan. Namun, hal tersebut tak serta-merta menghapus kepercayaan terhadap mitos-mitos di Indonesia.

Lantas, saat kita tidak sengaja menabrak kucing, akankah ada akibat menabrak kucing? kesialan apa saja yang diprediksi bakal menimpa?

tidak sengaja menabrak kucing

1. Mengalami musibah atau kesialan

Mitos yang paling umum didengar dari menabrak kucing adalah sang pelaku bakal mengalami musibah atau kesialan. Dari sekian mitos-mitos di Indonesia, sial selama berhari-hari sampai risiko kehilangan nyawa adalah salah dua yang paling ditakutkan dari mitos ini.

Maka dari itu, banyak orang yang langsung ketakutan saat tak sengaja menewaskan kucing. Bahkan ada yang percaya arwah hewan tersebut bakal mengikutinya. Padahal, ada satu tindakan cepat yang setidaknya bakal menenangkan diri: segera kuburkan bangkai kucing di lahan terdekat.

2. Diserang penyakit ringan hingga berat

Mitos-mitos di Indonesia berikutnya terkait menabrak kucing adalah pelaku yang berpotensi jatuh sakit, entah setelah kejadian atau beberapa hari kemudian. Hal mengerikan dari mitos ini adalah si pelaku yang bisa sakit menahun karena tak bertanggung jawab terhadap kucing yang ditabraknya.

Beberapa orang percaya bahwa menguburkan bangkai kucing dan membersihkan kotoran atau darah sebagai solusi untuk menangkalnya. Kalau kita terlanjur sakit dan tak sempat melakukan apa-apa terhadap si kucing, berdoalah untuk memohon ampunan dan berobat kepada dokter.

3. Janin di rahim istri akan meninggal

Kemungkinan yang satu ini adalah salah satu dari mitos-mitos di Indonesia yang ditakuti pasangan suami istri. Pasalnya, ada kepercayaan bahwa baik ibu hamil maupun suaminya tak boleh menyakiti apalagi membunuh hewan, karena akibatnya akan menyerang janin yang sedang dikandung.

Kekuatan mitos ini semakin tinggi bila kucing yang ditabrak adalah kucing hitam, jenis yang paling sering dihubungkan dengan hal-hal mistis. Jika tak mau menimbulkan sugesti buruk, pasangan suami istri yang sedang menunggu kehadiran anak sebaiknya berhati-hati saat beraktivitas.

4. Diikuti arwah kucing yang gentayangan

Berkaitan dengan mitos-mitos di Indonesia di nomor satu, mitos seputar arwah gentayangan ternyata berlaku juga saat kita menabrak hewan seperti kucing. Konon, sang pelaku akan mendengar suara kucing di sekitarnya, tetapi saat dicari, tak ada kucing yang ditemukan.

Alasan lain yang membuat mitos arwah kucing gentayangan masih dipercaya adalah kisah-kisah nyata yang dibawa warganet ke media sosial. Sebagian besat menyatakan suara dari arwah kucing tadi hanya munciul di malam hari. Mau percaya atau tidak, semuanya kembali lagi pada kita.

5. Mendapatkan balasan nasib dari si kucing

Dibandingkan empat mitos-mitos di Indonesia sebelumnya, mitos yang satu ini bisa dibilang paling mengeringkan. Ya, ada yang percaya kalau orang-orang yang menabrak kucing akan mendapatkan balasan berupa nasib yang sama dengan hewan berkaki empat tersebut.

Sejauh ini memang belum ada penjelasan kuat yang mampu menjelaskan mitos tersebut. Namun, kalau kita tak mau diikuti rasa bersalah, sebaiknya jangan langsung kabur setelah menabrak kucing. Kubur dengan layak sembari meminta maaf.

Taukah kalian Manfaat ari ari kucing bagi kehidupan manusia? Salah satunya adalah mendapatkan keberuntungan dan mendatangkan rezeki. Namun sekali lagi itu hanyalah mitos ari ari kucing saja.

Itulah mitos-mitos di Indonesia seputar menabrak kucing. Semoga kita lebih hati-hati saat berkendara di jalan, ya! "Baca Juga Mitos-Mitos yang lain di halaman" Kumpulan Cerita Mitos di Indonesia